Connect with us

Mengenal Beragam Jenis Sepeda Gunung Selengkapnya

Sepeda_Gunung

Tahu Gak

Mengenal Beragam Jenis Sepeda Gunung Selengkapnya

Adakah pembaca setia 4muda yang suka menjelajah gunung menggunakan sepeda? Bagi yang pernah atau rutin melakukannya, pastinya sepeda yang digunakan bukan sembarang sepeda, namun dari jenis sepeda gunung atau sering juga disebut mountain bike.

Sepeda gunung atau mountain bike (MTB) atau all terrain bike (ATB) merupakan sepeda yang didesain khusus untuk digunakan dalam medan jalan yang berat atau istilah kerennya off-road cycling.

Sejarahnya, sepeda gunung pertama kali diperkenalkan pada tahun 1970an oleh para biker asal San Fransisco. Saat itu, masyarakat setempat merasa aneh, melihat orang-orang bersepeda ke arah perbukitan.

Kala itu, sepeda jenis cruiser bicyles (sepeda pantai), dimodifikasi sehingga memiliki rangka ringan namun kuat untuk menjajal tanah pegunungan. Terciptanya sepeda gunung berasal dari ide seorang pecinta sepeda bernama Joe Breeze, yang merupakan salah satu pelopornya.

Joe mendesain ulang rangka cruiser bicyles agar dapat digunakan untuk menjelajah bukit atau gunung, sehingga pada saat akhir 70an, terciptalah sepeda gunung pertama di dunia yang dikenal sebagai Breezer #1. Sekarang, sepeda gunung ini menjadi salah satu koleksi lembaga Smithsonian, berada di Museum Sejarah Nasional Amerika.

Baru setelah tahun 80an, perusahaan mulai memproduksi sepeda gunung melalui material ringan namun kuat, berbahan M4 alumunium. Produksi pertama sepeda gunung ini bernama Lawwill Pro Cruiser, dan bisa dibilang merupakan model transisi dari BMX ke sepeda gunung yang sekarang kita kenal.

Saat pertama kali dipamerkan, banyak yang menyangsikan kepopuleran jenis sepeda ini. Namun kenyataanya, sampai saat ini hampir 80% sepeda yang terjual di Amerika Serikat saja, berasal dari jenis sepeda gunung. Gunung pertama yang ditaklukkan melalui kayuhan pedal sepeda adalah puncak Kilimanjaro, gunung tertinggi di Benua Afrika.

Sejak saat itu, sepeda jenis MTB semakin populer. Ciri sepeda gunung diantaranya:

MTB Geometry

MTB Geometry, gambar azureedge.com

  • Ringan, bentuk rangka terbuat dari campuran baja-alumunium.
  • Kerangka versi terbaru terbuat dari bahan komposit serat karbon (carbon fiber reinforced plastic).
  • Menggunakan peredam guncangan (shock breaker), seperti halnya pada motor.
  • Jenis ban yang dipakai memiliki kemampuan untuk mencengkeram tanah dengan kuat.
  • Memiliki rangka geometri lebih besar dari BMX.
  • Biasanya, memiliki 18-30 gear pindah yang berguna untuk mengatur kecepatan.

Berdasarkan ada tidaknya suspensi dan konfigurasinya, sepeda gunung dapat dibedakan menjadi empat macam:

1. Rigid

Rigid

Rigid, gambar falconcycles.co.uk

Rigid merupakan sepeda gunung yang tidak memiliki sistem suspensi (shock breaker), baik di depan (front) maupun di belakang (rear). Biasanya digunakan untuk sepeda cross country low end.

sweater-rajut-pria

2. Hard Tail

Hard tail

Hard tail, gambar factorymedia.com

Tipe ini memiliki sistem peredam getaran di bagian depan saja (front suspension), dan kerangka bagian belakang, chain stay masih kaku, sehingga disebut hard tail. Jenis ini biasanya dipakai di medan yang bervariasi.

Suspensi depan berupa shock breaker yang berada pada bagian kedua garpu (fork). Dengan adanya sistem suspensi, tipe ini lebih cepat mendapatkan momentum ketika dikayuh, sehingga mudah untuk memperoleh kecepatan maksimum. Hard tail cocok untuk yang senang cross country di daerah pedesaan.

3. Soft Tail

Soft tail

Soft tail, gambar mtbr.com

Soft tail merupakan sepeda gunung yang kerangka belakangnya (rear) memiliki suspensi (shock breaker kecil) yang terbuat dari bahan elastomer. Sistem peredam ini biasanya berada satu garis dengan seat stay.

Frame tipe ini lebih fleksibel, karena bukan disatukan dengan sistem pivot (persendian). Sebelum dikembangkannya tipe full suspension, tipe ini banyak penggemarnya karena lebih nyaman, ringan dan cepat dibandingkan tipe rigid dan hard tail.

Sepeda jenis ini pertama kali dikenalkan pada 1999 oleh KHS, dengan nama “KHS Team Soft Tail”. Namun, saat ini tipe soft tail jarang dikembangkan lagi, desain travel belakang hanya sampai dengan 1-4 inci, bandingan dengan full suspension, disain travel belakangnya telah mencapai 8 inci.

4. Dual atau Full Suspension

Full Suspension

Full Suspension, gambar bikesdirect.com

Bisa dibilang tipe ini gabungan dari hard tail dan soft tail. Sepeda gunung tipe ini memiliki suspensi hampir pada seluruh bagian, baik pada garpu (fork) depan, maupun belakang (rear).

Sistem peredam pada bagian belakang terletak pada bagian chain stay pivot yang menghubungkan lower dan upper chain stay, sehingga membuat ban belakang dapat naik-turun mengikuti kontur medan yang dilalui.

Ciri lainnya, tipe ini memiliki fork depan lebih tinggi dari tipe lainnya, sehingga saat sepeda melahap turunan dengan kemiringan ekstrim, pengendara masih mudah untuk mengontrolnya.
Dengan adanya peredam pada bagian depan dan belakang, sepeda gunung full suspension, sangat cocok untuk digunakan pada medan off-road yang memiliki kontur tanah ekstrim dan bebatuan.

Semakin banyaknya penggemar sepeda gunung serta berkembangnya material bahan untuk rangka, ban, suspensi, dan model gear, maka berdasarkan “style dan fungsi” saat menaklukkan medan jalan suatu bukit/gunung tertentu, maka sepeda gunung yang akan digunakan pun akan berbeda pula.

Berikut tipe sepeda gunung (mountain bike) yang ada di pasaran:

1. Cross Country (XC)

Cross Country merupakan sepeda gunung yang dirancang untuk medan yang tidak terlalu ekstrim, seperti daerah bukit pedesaan. Sepeda jenis ini biasanya memiliki satu suspensi di bagian fork (hard tail) atau tanpa suspensi sama sekali (rigid).

Suspensi depan biasanya memiliki travel antara 65 hingga 110 mm. Desainnya efisien dan optimal pada saat dikayuh pada tanjakan ringan, landai, jalan beraspal, dan tanah. Sepeda jenis ini cocok untuk digunakan bagi para pemula MTB.

2. Trail XC

Sepeda gunung selanjutnya merupakan pengembangan dari cross country yang ingin menjajal medan agak ekstrim dan bebatuan (Trail) off-road. Sepeda MTB ini biasanya memiliki frame travel dengan ukuran 120 sampai 140 mm dengan berat sekitar 11 hingga 15 kilogram.

Jenis Trail XC contohnya dari merek Giant Trance, the Trek Fuel EX series, the Specialized Stumpjumper FSR, dan Polygon Collosus T series dan merek lainya. Sepeda jenis ini biasanya dibuat untuk menghadapi medan jalan lebih kasar, yang tidak dapat ditangani cross country. Disain Trail XC memiliki karakteristik 60-70% uphill dan 30-40% downhill.

3. Enduro/All Mountain (AM)

Jika kita ingin bersepeda secara nyaman pada jalanan tanah landai maupun trail dengan sedikit hambatan, cobalah memilih sepeda gunung Enduro. Dengan kata lain, sepeda Enduro atau All Mountain memiliki karakteristik antara Cross Country (XC) dan Free Ride (FR).

Sepeda AM didesain untuk melintasi berbagai karakteristik jalan, mulai dari jalanan tanah landai hingga medan alam yang berat seperti naik turun bukit, masuk hutan, melintasi jalan bebatuan, dan medan off-road.

Sepeda jenis ini biasanya berjenis full suspension, dengan panjang suspensi belakang (rear) sekitar 150mm dan suspensi depan (fork) mulai dari 140 sampai 160 mm, dengan berat sepeda sekitar 13 hingga 16 kilogram.

Jika kita tak ingin ribet memilih jenis sepeda gunung untuk segala kondisi jalan, maka memilih sepeda jenis All Mountain sangatlah dianjurkan. Dengan sepeda ini, pemakai dapat melakukan pendakian gunung, turun gunung dengan nyaman. Desain AM, memiliki karakteristik 50-70% downhill dan 30-50% uphill.

4. Free Ride (FR)

Sepeda gunung jenis Free Ride (FR), dirancang untuk mampu bertahan melakukan lompatan tinggi (drop off) dan kondisi ekstrim sejenisnya. Rangkanya didesain kuat, namun tidak seringan jenis All Mountain (AM), sehingga saat berjalan tidak secepat dan selincah AM.

Karena rangkanya yang agak berbobot, sepeda ini kurang cocok untuk digunakan dalam perjalanan jarak jauh dan sangat tidak cocok untuk tanjakan. Biasanya FR memiliki panjang suspensi rangka bertravel antara 180 sampai 200mm, dengan berat antara 14 hingga 20 kilogram.

5. Downhill (DH)

Dari namanya saja dapat ditebak, sepeda gunung ini didesain khusus untuk melahap medan yang sangat berat, khususnya jalanan menurun yang ekstrim. Makanya, sepeda DownHill (DH) termasuk full suspension.

Berkat travel suspensi depan (fork) rata-rata antara 180 -200 mm, sepeda DH mampu meredam berbagai getaran ketika menuruni lereng dan dapat menikung stabil pada kecepatan tinggi.

Selain panjangnya suspensi bagian depan, sepeda jenis ini memiliki perbandingan rasio gear cukup tinggi, tambahan suspensi pada rangka belakang, dan agresif geometri. Racikan khusus inilah yang menjadikan sepeda DH cocok untuk menuruni lereng bukit atau gunung sekalipun.

6. Dirt Jump (DJ)

Tipe ini merupakan turunan dari tipe Free Ride (FR). Sepeda jenis ini awalnya dirancang untuk anak muda perkotaan untuk alat transportasi ke sekolah. Namun, mereka menjadikan sepeda ini sebagai ajang kebut-kebutan dan atraksi lompatan tinggi dan ekstrim lainnya.

Sekilas, sepeda ini memiliki fungsi seperti BMX, namun bentuk sepeda Dirt Jump lebih besar daripada BMX. Nama lain dari sepeda ini yakni Trial atau Urban MTB.

7. SlopeStyle

SlopeStyle masih turunan dari Free Ride (FR), memiliki geometri hampir mirip dengan Dirt Jump (DJ), tapi panjang travel suspensi depan dan belakang sama, sekitar 100 mm. Sepeda ini dirancang khusus untuk pra prosesional yang ikut dalam olahraga Slope Style, yakni olahraga sepeda ekstrim yang mengandalkan lompatan tinggi dan kecepatan.

Rangka untuk membangun sepeda jenis SlopeStyle dapat diambil dari All Mountain atau Free Ride. Kedua desain rangka ini dipercaya memiliki ketahanan dan suspensi stabil saat sepeda diajak melompat.

8. Single-Speed (SS)

Single-Speed merupakan sepeda gunung yang hanya memiliki satu rasio kecepatan. Artinya, pada desain sepeda tersebut hanya ada satu pilihan gear, yang disesuaikan dengan medan yang ditempuh, kekuatan dan keahlian si pengendara.

Sepeda gunung ini juga biasanya terbuat dari rangka full rigid, berbahan baja-alumunium. Ukuran rodanya juga bervariasi, mulai dari 26 inci hingga 29 inci. Single-Speed cocok untuk dikendarai oleh seseorang yang suka berpetualang ringan, seperti jalanan pedesaan.

Selain di atas, beberapa sepeda gunung pun dibuat berdasarkan kompetisi atau kejuaraan. Berikut beberapa tipe sepeda gunung khusus untuk kompetisi:

1. Trials

Sempat disinggung saat membahas Dirt Jump, sepeda jenis Trials merupakan pengembangan khusus dari model Free Ride (FR) bisa juga dari Dirt Jump (DJ) untuk digunakan oleh para profesional yang ikut dalam olahraga MTB trials atau disebut juga observed trials.

Terdapat dua jenis sepeda trials, pertama sepeda dengan diameter roda 26 inci atau sekitar 66 cm dan sepeda dengan roda 20 inci (50,8 cm). Kedua jenis sepeda Trials ini tidak memiliki suspensi.

Dalam olahraga ini, para biker harus mengontrol sepeda agar dapat melahap jalan penuh rintangan dalam beberapa langkah, tanpa kaki menyentuh tanah atau terjatuh. Bisa dibilang, trials merupakan olahraga yang memerlukan momentum untuk menggerakan badan dan sepeda. Makanya, berat sepeda ini didesain cukup ringan, rata-rata dibawah 10 kilogram.

2. Mountain Cross (4X)

Mountain Cross merupakan sepeda gunung yang didesain khusus untuk para profesional yang mengikuti balapan four-cross (4X), dimana empat bikers berlomba menjadi paling cepat untuk mencapai garis finish. Desain treknya mirip kejuaraan BMX, namun dengan terrain berupa tanah.

Sepeda jenis ini biasanya dibangun berdasarkan desain rangka Dirt Jump (DJ) atau SlopeStyle, dengan penambahan sistem gear khusus dan geometri lebih ekstrim dari DJ, agar lebih stabil saat melaju saat balapan.

3. Mountain Bike Orienteering (MTBO)

Sepeda jenis ini didesain khusus untuk olahraga MTB dengan rute yang belum diketahui biker. Makanya, pengendara wajib membawa GPS, memilih rute tercepat untuk sampai garis finish.

Sepeda ini dibangun berdasarkan rangka All mountain (AM) atau dari free ride (FR) dengan berbagai modifikasi, seperti roda, sistem gear dan navigasi.

4. Dual Slalom (DS)

Dual Slalom merupakan sepeda gunung yang didesain khusus untuk para profesional yang mengikuti kompetisi adu cepat dan indah, dimana dua biker berlomba dalam masing-masing trek, dengan sedikit tanjakan dan rintangan.

Secara teknis, sepeda gunung ini pengembangan dari Dirt Jump (DJ) atau SlopeStyle.

5. Super D (SD)

Dalam Super D, sepeda gunung yang digunakan merupakan gabungan Cross Country (XC) dengan DownHill (DH). Karena medan yang akan dilahap berupa turunan, trek lurus, dan tanjakan sepanjang 100 sampai 500 meter.

6. Short Track Cross Country (STXC)

Sepeda jenis ini diracang khusus untuk balapan sepeda jarak pendek, sekitar 800 meter. Rangka utama sepeda berasal dari Cross Country (XC) hard tail dengan modifikasi sistem akselerasi.

7. Cross Country Marathon (XCM)

Sepeda gunung tipe XCM merupakan pengembangan khusus dari tipe Cross Country (XC) untuk para profesional yang mengikuti kompetisi XCM, dimana medan yang harus dilahap antara 60 km sampai 100 km.

Untuk itu, dibutuhkan sepeda gunung yang memiliki kenyamanan lebih dalam berkendara dan tentunya kuat. Biasanya sepeda tipe XC hard tail, namun dengan karakteristik rigid.

8. 24 hour MTB

24 hour MTB merupakan kejuaraan mirip XCM, dimana batas waktu balapan selama 24 jam. Rangka sepeda berasal dari All Mountain (AM) dengan modifikasi tertentu, seperti pengurangan massa sepeda, diameter roda, sistem gear, suspensi, dan navigasi.

9. Stage Race

Sepeda jenis ini diambil dari rangka Dirt Jump (DJ) yang memang diperuntukan untuk melompat dan mendarat secara nyaman.

10. Circle Dirt Track Racing

Seperti nama kejuaraanya, sepeda jenis ini didesain khusus untuk balapan pada trek berupa lingkaran. Sepeda jenis ini biasanya dibangun berdasarkan hard tail, dengan beberapa penyesuaian, seperti pengurangan massa sepeda, peningkatan akselerasi (sistem gear), geometri hingga diameter roda dan jenis ban.

11. North Shore

North Shore merupakan sepeda gunung yang didisain khusus untuk para bikers profesional maupun para turis untuk menjelajahi indahnya wilayahnya North Shore. North Shore merupakan wilayah yang sebagian besar masuk wilayah negara Kanada.

Sepeda jenis ini dibangun berdasarkan rangka Free Ride (FR) dengan geometri dan spesifikasi menyerupai DownHill (DH).

Selain digunakan untuk kejuaran, saat ini sepeda gunung banyak digunakan untuk wisata alam. Bagi yang suka traveling menggunakan sepeda, berikut beberapa peralatan yang wajib yang harus dibawa:

  • Sepeda gunung, yang disesuaikan dengan karakteristik anda.
  • Kaca mata, gunakan kaca mata anti radiasi dan anti debu.
  • Helm, melindungi kepala jika terjatuh
  • Body armor dan pads, melindungi bagian seperti siku-tangan dan lutut-kaki.
  • Sarung tangan.
  • Obat-obatan P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan)
  • Sepatu, gunakan sepatu yang nyaman saat mengayuh pedal sepeda.
  • Pakaian, gunakanlah pakaian yang nyaman saat tubuh bergerak.
  • Botol air minum, isilah botol air yang biasanya terletak di tengah rangka sepeda. Jika perlu, bawa air cadangan dalam tas anda.
  • GPS, kadang-kadang kita menelusuri jalanan asing dan merasa tersesat. Alangkah bijaknya, kita selalu membawa GPS untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
  • Pompa, nah ini dia hal sepele yang sering dilupakan, pompa. Biasakan untuk membawa alat ini, karena jika ban sepeda kita tiba-tiba kempes di tengah hutan, perjalanan yang tadinya menyenangkan akan berubah menjadi bencana.
  • Peralatan Sepeda, biasakan membawanya karena penting saat sepeda mengalami gangguan.
  • Sistem pencahayaan tempel sepeda.
  • Video, ini sebenarnya bukan peralatan wajib, namun akan terasa sayang jika perjalanan seru anda tidak diabadikan.

Demikian beberapa jenis dan tipe sepeda gunung yang ada di pasaran. Semoga informasi kali ini dapat menjadi masukan dalam memilih sepeda gunung yang sesuai dengan kebutuhan anda.

Referensi:

https://en.wikipedia.org/wiki/Mountain_bike
https://en.wikipedia.org/wiki/Mountain_bike_racing
https://en.wikipedia.org/wiki/Mountain_biking
https://en.wikipedia.org/wiki/Joe_Breeze

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

To Top