Connect with us

12 Jenis Makanan Baik dan Tidak Baik Untuk Ibu Hamil

makanan-baik-ibu-hamil

Tahu Gak

12 Jenis Makanan Baik dan Tidak Baik Untuk Ibu Hamil

Mungkin diantara para pembaca setia 4muda, ada yang sedang mengandung atau hamil. Biasanya, ibu hamil mengalami perubahan pola makan yang cukup drastis, disebabkan adanya penyerapan nutrisi oleh calon bayi.

Kehamilan merupakan masa dimana seorang wanita membawa embrio atau janin di dalam rahim tubuhnya. Proses kehamilan dialami oleh semua hewan mamalia, termasuk manusia.

Kehamilan pada manusia berlangsung sekitar sembilan bulan atau 40 minggu antara waktu menstruasi terakhir hingga kelahiran. Istilah medis untuk wanita hamil adalah gravida.

Sangat penting sekali selama waktu sembilan bulan tersebut, seorang ibu hamil memilih dan memilah makanan apa yang baik dan tidak baik untuk dirinya dan si buah hati. Karena, beberapa makanan ada yang dapat menimbulkan dampak positif dan negatif.

Nah, pada kesempatan kali ini, 4muda akan mengulas beberapa makanan yang harus dikonsumsi ibu hamil dan beberapa makanan yang tidak boleh dikonsumsi/dihindari atau dibatasi.

Makanan yang baik dikonsumsi ibu hamil:

1. Susu dan produk olahannya

Selama mengandung, ibu hamil memerlukan asupan protein dan kalsium lebih banyak dari biasanya. Nutrisi ini dapat diperoleh dari produk olahan susu (dairy). Dairy memiliki dua tipe protein, yaitu casein dan whey.

Selain protein, dairy merupakan sumber terbaik bagi ibu hamil untuk memperoleh kalsium, zat phosfor, vitamin B, magnesium dan zink. Beberapa produk diary diantaranya yogurt, keju dan minuman susu seperti yakult.

Khusus untuk yogurt yunani, makanan ini sangat baik sekali dikonsumsi untuk ibu hamil, karena selain mengandung sejumlah nutrisi penting, makanan ini juga mengandung probiotik.

Probiotik berguna untuk mengurangi resiko preeclampsia, gestational diabetes, infeksi vagina dan alergi.

2. Polong-polongan

Makanan ini meliputi miju, kacang tanah, kacang hijau, kacang merah dan kacang lainnya, semua jenis makanan ini disebut juga legumes. Legumes atau polong-polongan merupakan sumber terbaik bagi ibu hamil untuk memperoleh serat, protein nabati, zat besi, folat dan kalsium.

Folat atau dikenal juga dengan vitamin B9 merupakan salah satu nutrisi penting yang sangat mempengaruhi kesehatan ibu dan janin selama sembilan bulan, khususnya saat masa first trimester (tiga bulan pertama masa kehamilan).

sweater-rajut-pria

Jika ibu hamil kekurangan asupan folat, maka dapat meningkatkan resiko pecahnya air ketuban lebih awal dan kurangnya berat badan si bayi (kelahiran premature). Tidak sampai disini, kurangnya zat folat juga dapat mempertinggi mudahnya bayi terkena infeksi dan penyakit dikemudian hari.

3. Ubi-ubian

Ubi atau disebut juga kentang manis merupakan sumber terbaik bagi ibu hamil untuk memperoleh asupan beta-karoten, sebuah zat penting yang ada pada tumbuhan yang dapat berubah menjadi vitamin A di dalam tubuh.

Vitamin A sangatlah penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh manusia, khususnya berperan penting dalam proses diferensiasi sel dan jaringan tubuh. Apalagi untuk ibu hamil, janin sangat memerlukan nutrisi penting ini.

Ibu hamil, setidaknya memerlukan vitamin sebanyak 10 hingga 40% dari kebutuhan normal tubuh. Selain pada ubi, vitamin A juga terdapat pada hewan, hanya saja vitamin A pada hewan mudah terkontaminasi sebelum dimakan. Dari penelitian, dari 100-150 gram ubi terkandugn sekitar 3,5-5,3 vit.A.

4. Ikan Salmon

Salmon kaya akan asam lemak essensial omega 3. Kebanyakan orang, termasuk para ibu hamil jarang memperhatikan asupan nutrisi penting ini dalam menu makanan sehari-harinya.

Omega 3 merupakan asam lemak essensial yang sangat dibutuhkan ibu hamil, khususnya jenis omega 3 rantai panjang, DHA dan EPA. Kedua senyawa ini banyak ditemukan pada makanan laut dan sangat baik membantu pertumbuhan otak dan mata pada janin.

Dari penelitian, ibu hamil yang memakan 2 hingga 3 ikan salmon setiap minggunya, kandungan EPA dan DHA di dalam darah ibu tersebut mengalami kenaikan. Salmon juga dikenal sebagai penyedia vitamin D terbaik yang berguna meningkatkan sistem imune bagi tubuh

5. Telur

Telur merupakan makanan paling menyehatkan, karena mengandung hampir semua hal yang dibutuhkan tubuh. Satu buah telur, mengandung 77 kalori, lemak dan tentunya protein yang mudah dicerna. Selain itu, telur juga mengandung vitamin dan mineral.

Mengapa telur sangat dibutuhkan ibu hamil, karena dalam telur terkandung zat choline. Choline merupakan zat essensial yang sangat dibutuhkan dalam metabolisme tubuh, termasuk untuk otak, pertumbuhan dan sistem imune.

Kurangnya asupan choline selama masa kehamilan, dapat menyebabkan meningkatnya resiko pecah ketuban dan penurunan fungsi otak pada janin. Satu butir telur mengandung 113 mg choline, sedangkan ibu hamil memerlukan setidaknya 450 mg choline. Makanya, dianjurkan ibu hamil mengkonsumsi telur setidaknya 3 butir sehari.

6. Brokoli dan Sayuran Hijau

Brokoli, baik yang berwarna putih atau hijau gelap dan sayuran hijau seperti kale dan bayam, merupakan makanan kaya sumber nutrisi yang sangat dibutuhkan ibu hamil. Nutrisi tersebut diantaranya, vitamin C, vitamin K, vitamin A, kalsium, zat besi, folat dan potasium.

Terlebih lagi, brokoli dan sayuran hijau kaya akan zat anti-oksidan, yang terpaket di dalam nutrisi tadi, bermanfaat sebagai peningkat sistem kekebalan tubuh. Lalu, kandungan serat nya juga sangat dibutuhkan bagi sistem pencernaan dan metabolisme tubuh secara keseluruhan.

Para ahli gizi, menyarankan ibu hamil rutin mengkonsumsi sayuran hijau, untuk mengurangi resiko kelahiran prematur (kurangnya berat badan bayi).

7. Daging tanpa lemak

Daging sapi maupun ayam merupakan sumber terbaik untuk memperoleh protein hewani. Selian itu, mereka juga kaya akan zat besi, choline, vitamin B kompleks, dan nutiris lainnya yang sangat dibutuhkan manusia, terlebih wanita yang sedang mengandung.

Bagi ibu hamil, sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi daging tanpa lemak, karena daging bagian ini proteinnya sangat berkualitas. Daging juga menyediakan zat besi dan vitamin B kompleks yang tidak ditemukan pada sayuran.

8. Beri-berian

Buah beri mengandung banyak air, karbohidrat sehat, vitamin C, serat dan zat penting lainnya. Zat-zat tersebut sangat berguna untuk menjaga kadar nutrisi pada ibu hamil, karena terlarut di dalam air.

Makanan ini juga relatif agak manis, namun rendah glycemik, sehingga aman dikonsumsi tanpa takut kadar gula dalam darah meningkat. Beri juga memiliki rasa menyegarkan, cocok jadi cemilan penyelang diwaktu lapar.

9. Gandum

Mengkonsumsi gandum sangat membantu untuk menjaga asupan kalori bagi ibu hamil, terutama pada masa 2nd dan 3nd trimester. Karbohidrat pada gandum berbeda dengan nasi, karena lama untuk dicerna, menyebabkan perut kenyang lebih lama.

Selain itu, gandum juga mengandung serat, vitamin dan sejumlah nutrisi penting lainnya yang baik untuk tubuh. Bahkan beberapa jenis gandum, seperti Oats dan Quinoa mengandung protein nabati yang baik untuk ibu dan janin.

Secara keseluruhan, makanan ini kaya akan vitamin B, serat dan magnesium yang sangat dianjurkan dikonsumsi para wanita yang sedang mengandung.

10. Alpukat

Alpukat tidak seperti buah-buahan lainnya, karena buah ini mengandung banyak asam lemak tidak jenuh tunggal. Selain itu, makanan ini juga kaya akan serat, vitamin B (folat), vitamin K, potasium, tembaga, vitamin E dan C. Karena kandungan tersebutlah, alpukan baik untuk ibu hamil.

Asam lemak sehat pada alpukat, membantu membangun organ kulit, otak dan jaringan lainnya pada janin. Folat juga turu membantu menurunkan resiko pecahnya air ketuban sebelum waktunya.

Potasium pada alpukat juga sangat menolong memperbaiki kram pada persendian kaki dan tangan untuk beberapa ibu hamil. Perlu diketahui, potasium alpukat lebih tinggi dari pisang.

11. Buah-buahan Kering

Buah dengan tekstur kering, umumnya mengandung banyak kalori, serat dan berbagai macam vitamin dan mineral. Satu potong buah kering, kandungan nutrisinya hampir sama dengan buah fresh yang baru dipetik.

Misalnya buah prune kering, makanan ini mengandung serat, potasium, vitamin Kdan sorbitol. Kandugan nutrisi alami ini sangat membantu sistem pencernaan ibu hamil. Selain itu, buah kering biasanya mengandung gula alami yang lebih sehat dari pada gula pabrik.

12. Air Putih

Selama mengandung, volume darah meningkat sampapi 1,5 liter. Makanya, sangat penting bagi ibu hamil untuk menjaga tubuh tetap “berair” dengan mengkonsumsi air putih secara berkala.

Janin membutuhkan cairan lebih banyak, dengan menyerap langsung dari saluran plasenta. Jika si ibu kurang minum, bisa menyebabkan dehidrasi. Dampaknya banyak, mulai dari sakit kepala, mudah lelah, bad mood dan menurunnya daya ingat.

Oleh karena itu, dianjurkan bagi ibu hamil untuk minum sebanyak 1-2 liter per harinya. Selain dari air putih, air juga diperoleh dair berbagai macam makanan seperti sayuran dan buah buahan.

Makanan yang tidak boleh dikonsumsi ibu hamil:

1. Unpasteurized Dairy

Ulasan sebelumnya, ibu yang sedang mengandung diharuskan untuk mengkonsumsi produk olahan susu, karena memang protein dan kalsium nya sangat dibutuhkan si ibu dan bayi.

Namun, tidak semua produk olahan susu aman untuk dikonsumsi ibu hamil. Hindarilah mengkonsumsi susu mentah dan produk olahan susu yang melewati proses pasteurisasi (proses pemanasan untuk membunuh bakteri, protozoa dan mikroorganisme pada makanan).

Kita dapat mengetahui nya dari label yang tertera pada makanan, apakah melewati proses ini atau tidak. Susu yang melewati proses pasteurisasi, beresiko masih menyimpan bakteri yang dapat mengganggu pertumbuhan janin.

2. Buah Nanas

Umumnya buah-buahan sangat baik untuk semua orang, namun sebaiknya ibu hamil menghindari mengkonsumsi buah nanas. Buah nanas memang memiliki banyak kandungan zat gizi seperti vitamin A dan vitamin C yang tinggi.

Tidak hanya itu, kandungan kalsium, magnesium dan zat besi nya pun cukup tinggi. Akan tetapi, makanan ini juga mengandung suatu protein yang tidak baik untuk ibu hamil yang disebut Bromelain.

Protein ini dapat menyebabkan kontraksi rahim sebelum waktunya dan dapat melemahkan janin pada leher rahim, sehingga bisa menyebabkan keguguran. Efeknya bromelain tidak 100% merusak, karena protein ini digunakan untuk obat anti-radang dan pengobatan pencernaan lainnya.

3. Junk Food

Junk food merupakan makanan yang harus dihindari selanjutnya oleh ibu hamil. Alasannya, tiada lain makanan sejenis ini terlalu banyak mengandung minyak jenuh yang tidak baik untuk janin.

Selain itu, rasa gurih yang berasal dari MSG, dan rasa garing dari pemanasan yang berlebih, semuanya tidak baik untuk kesehatan ibu yang sedang mengandung dan calo bayi.

4. Buah pepaya yang belum matang dan Daun pepaya

Pepaya termasuk dalam buah yang sehat dan bergizi tinggi, namun buah pepaya yang kurang matang ternyata tidak baik untuk ibu hamil. Tingginya kandungan lateks diyakini bisa memicu kontraksi pada rahim yang pastinya kurang baik bagi kesehatan ibu dan janinnya.

Selain itu, mengkonsumsi daun pepaya untuk lalapan, ternyata dapat memicu ari-ari janin menjadi lebih rapuh, jika dikonsumsi oleh ibu hamil pada masa kehamilan minggu pertama.

5. Sushi, Daging mentah, Telur Mentah

Bagi penggemar makanan mentah, setengah matang atau di jepang istilahnya sushi, khusus untuk ibu hamil, sebaiknya menghindari terlebih dahulu. Alasannya, makanan sejenis ini dipercaya masih meninggalkan bakteri Salmonella, E.Coli, dan Toxoplasma yang tentunya tidak terlalu berbahaya bagi ibu, namun bagi janin sangat lah berbahaya.

Apalagi, sistem imune ibu terbagi sedikit melemah, sehingga sedikit saja bakteri masuk ke dalam sistem pencernaan, maka dapat menyebabkan hal yang tidak di inginkan, seperti keguguran.

6. Hati Sapi/Jeroan

Bagi penggemar kuliner “jeroan”, misalnya hati sapi mungkin telah menjadi santapan sehari-hari. Namun, bagi ibu hamil, konsumsi makanan sejenis ini perlu diwaspadai, karena jika dimasaknya kurang matang, dikhawatirkan masih adanya cacing/jasad cacing yang masih hidup dan ini tentu saja membahayakan janin.

7. Sayuran Mentah

Selanjutnya, makanan yang tidak boleh dikonsumsi ibu hamil yakni sayuran mentah. Bagi ibu yang suka mengkonsumsi lalapan, tentu saja hal ini menjadi suatu masalah. Larangan ini, tiada lain, penanaman sayuran saat ini yang kurang steril dapat terkontaminasi bakteri yang sangat membahayakan pertumbuhan janin.

Namun, jika makanan tersebut sangat disukai, tidak salahnya kita mencucinya dengan seksama dan lebih hati-hati, maka makanan seperti lalapan, karedok dan gado-gado dapat dimakan tanpa khawatir. Karena memang, nilai gizi sayuran mentah lebih tinggi daripada sayuran yang dimasak.

8. Durian

Dibalik rasanya yang legit, ternyata buah durian memiliki kandungan asam arachidonat yang bisa memicu berbagai masalah kehamilan, seperti keguguran dan kelahiran prematur.

9. Anggur

Para dokter kandungan menyebutkan, konsumsi anggur tidak boleh pada dua minggu pertama kehamilan, karena bisa membuat kandungan memiliki suhu yang cenderung panas.

10. Makanan Berkafein

Beberapa makanan rutin yang kita konsumsi seperti teh dan kopi, untuk ibu hamil sebaiknya dijaga konsumsinya. Alasannya, minuman tersebut mengandung kafein. Kafein merupakan salah satu zat stimulus yang bisa meningkatkan denyut jantung serta tekanan darah.

Konsumsi berlebih makanan berkafein tinggi saat sedang hamil dapat menghambat penyerapan zat besi yang sangat dibutuhkan pada masa kehamilan dan tentunya ini mengganggu pertumbuhan janin. Selai itu, kafein juga dapat masuk bersama nutrisi makanan lainnya ke dalam plasenta bayi, dan ini pastinya tidak baik untuk perkembangan janin.

11. Ikan Yang Terkontaminas Merkuri

Semua jenis ikan laut sangatlah menyehatkan, karena mengandung asam omega 3 dan omega 6 yang sangat baik untuk ibu hamil. Namun, pastikan untuk tidak mengkonsumsi ikan laut yang tercemar merkuri, karena dapat memicu gangguan otak dan gangguan motorik pada janin.

Beberapa jenis ikan yang terkontaminasi merkuri biasanya tangkapan ikan yang berasal dari daerah perkotaan. Pilihlah ikan segar dari daerah nelayan, yang jauh dari limbah. Perlu diketahui, beberapa jenis ikan seperti ikan hiu, marlin, tengiri dan ikan pari terindikasi mengandung merkuri berlebih karena perilaku hidup mereka.

12. Air Kelapa

Air kelapa memang sangat baik dikonsumsi saat usia kehamilan mendekati sembilan bulan, namun saat first trimester, sebaiknya hindari minuman ini, karena air kelapa dapat melemahkan janin.

13. Rokok

Ini memang bukan sejenis makanan, namun rokok sangat berbahaya bagi pertumbuhan dan perkembangan janin. Zat-zat berbahaya seperti nikotin dan tar dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang pada janin di dalam kandungan, yang berujung pada lahirnya anak yang cacat baik fisik maupun mental.

Demikian makanan yang baik/tidak baik dikonsumsi ibu hamil, semoga informasi kali ini bermanfaat bagi kita semua.

Referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Kehamilan
https://authoritynutrition.com/13-foods-to-eat-when-pregnant/
http://www.health.com/health/gallery/0,,20918220,00.html
http://doktersehat.com

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

To Top